Selamat datang di http//chalimustang.blogspot.com. Semoga tulisan saya dan informasi di situs lain yang dilink melalui blog ini dapat bermanfaat bagi Anda. Selamat membaca! Sarung Sutera Mandar ~ Chali Mustang

Terima kasih atas kunjungan Anda dan selamat membaca!

Sabtu, 10 Desember 2011

Sarung Sutera Mandar

KABUPATEN Polewali Mandar atau Polman adalah salah satu daerah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Mamasa di sebelah utara, Kabupaten Pinrang di sebelah timur, Selat Makassar di sebelah selatan, dan di sebelah baratnya berbatasan dengan Kabupaten Majene.
---------------------------------------

POLMAN terdiri dari 16 kecamatan, 109 desa dan 23 kelurahan. Sejumlah potensi karya budaya terpendam di sana. Salah satunya sarung sutera Mandar yang merupakan kreasi khas penenun lokal yang juga sering disebut lipa’ sabbe. Tak jarang orang yang berkunjung ke daerah ini menjadikan sarung sutera Mandar sebagai oleh-oleh buat keluarga.

Sarung sutera Mandar banyak diproduksi oleh masyarakat di Kecamatan Tinambung, Balanipa dan Kecamatan Campalagian. Mereka menenun dengan menggunakan alat tradisional dan atau Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Pemerintah rupanya menyadari bahwa sarung sutera Mandar adalah karya lokal yang patut dilestarikan. Karenanya, masyarakat terus dibekali pelatihan untuk mengembangkan usaha pembuatan sarung sutera Mandar agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Baru-baru ini, Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BPPNFI) Regional V Makassar melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Polewali Mandar membekali masyarakat setempat bagaimana cara menggunakan pewarnaan alam pada benang sutera. Dalam kegiatan yang antara lain digelar di Desa Pallis, Kecamatan Balanipa, warga dilatih memanfaatkan daun dan kulit buah untuk mewarnai sutera seperti daun mangga, daun jati, dan kulit buah kakao.


Balai Industri Sutera Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman adalah salah satu pusat tenun sarung sutera Mandar. “Balai ini beroperasi sejak tahun 2007, sekarang kader kami sudah mampu memproduksi empat meter kain sutera setiap hari. Harganya bervariasi, tergantung coraknya, antara Rp.50.000 sampai Rp.150.000,- permeter,"” kata Instruktur Tenun Sutera Mandar, Muhammad Djumadil. 

Seorang perempuan sedang meng-klos (menggulung benang sutera) di Balai Industri Sutera Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman.  

Selain corak mandar yang berciri khas kotak-kotak, tiga motif lain yang juga diincar konsumen di Balai Industri Tenun Sutera Mandar Samasundu adalah motif sure salaka (warna hitam), pangngulu (warna campuran) dan sure parara (warna merah). “Pelanggan kami tidak hanya berasal dari Mandar tapi juga dari luar Mandar seperti Makassar bahkan dari Jakarta," ujar Djumadil.


Di Polman, sarung sutera Mandar biasanya dikenakan tetamu pada pesta pernikahan atau acara adat setempat. Keberadaan sarung ini tentu saja menjadi bagian karya masyarakat lokal yang  memperkaya keberagaman budaya di Indonesia.

0 Komentar:

Poskan Komentar